Membaca Tidak Efektif Tanpa Menulis

1 comments

Saya jadi ingat potongan lagu anak-anak yang sering dinyanyikan dahulu :

“.. Berhitung, menulis, membaca. Tak lupa diulang di rumah. Ingin akupun demikian, seperti Ruri abangku.”

Saat ini anak saya yang berusia 5,5 tahun, duduk di tahun pertama sekolah dasar sedang mengalami masa awal belajar yang ‘beneran’ di sekolahnya. Dalam catatan guru sebelum liburan kemarin, para orangtua diharapkan membantu anak-anak untuk matang berhitung 1-20 dan mengenalkan konsep dasar tambah dan kurang. Selain itu kami juga diminta untuk menekankan latihan baca-tulis agar anak bisa mencapai harapan lancar membaca sebelum naik kelas.

Anak saya sangat berminat membaca. Di bulan pertama saya sering latih dia membaca kata-kata pendek yang dibekali oleh guru kelas. Pendekatan membaca dengan peka pada bunyi cukup membantu anak saya untuk menggabungkan huruf. Ada yang bilang ini pendekatan fonetik. Bahwa setiap huruf punya bunyinya. Apa yang terdengar, itulah yang tertulis. Namun rupanya saya melakukan kesalahan fatal ketika tidak membarengi kegiatan membaca ini dengan aktivitas menulis yang juga intens.

Karena sesungguhnya ada beberapa kata yang tidak terlalu simpel peluruhan bunyinya. Dengan sering membaca dibarengi menulis, anak terbiasa mengenal bentuk kata juga. Kegiatan mengenal bunyi dan bentuk kata sebenarnya sudah bisa dilakukan sejak bayi. Setelah anak mahir menulis, bentuk dan bunyi itu menjadi konkrit dari pengalaman dia menorehkan sendiri ‘gambar’nya.

Dari sekedar menuliskan kata per kata, mengajak anak menulis kalimat juga sangat menolongnya mengerti makna kata. Karena walaupun ia lancar membaca, bisa jadi itu hanya manifestasi kelancarannya menggabungkan bunyi, mengingat bentuk katanya atau gabungan keduanya.

Kegiatan kita, para dewasa yang gemar membaca dan menulis, yang kemudian menjadi tontonan lazim bagi anak-anak juga memotivasi mereka untuk ikut membaca dan menulis. Anak saya sangat penasaran untuk bisa membaca karena saya dan suami menghabiskan waktu di perjalanan dengan membaca. Setiap malam ‘mantengin’ komputer, membaca banyak teks, tak tik di keyboard sambil sesekali mencatat di kertas. Mungkin baginya kegiatan itu terlihat begitu mengasyikkan sampai kami kadang-kadang mengacuhkannya! Jadi ia ingin sekali merasakan rasa asyiknya.

Mengenai menulis, dari hasil pengamatan anak saya yang ada 3 orang ini, si kecil yang belum dua tahun mulai belajar membuat oret-oretan. Si tiga tahun sedang memperlancar mewarnai dengan ’sempurna’, tidak keluar garis, membuat lingkaran utuh, membuat bentuk-bentuk, sambil belajar menulis namanya. Si besar sejak 4 tahun sudah percaya diri menulis namanya dengan ejaan yang benar. Jika saat itu saya mulai ajak agar terbiasa menuliskan kata lain (tanpa mencontoh) mungkin saat ini ia lebih lancar membaca dan menulisnya.

Tapi konon sebagai orangtua kita juga tidak boleh memaksakan dan harus menyesuaikan dengan kesiapan anak tersebut. Tanggung jawab kita adalah memberi lingkungan yang kondusif baginya untuk memaksimalkan setiap tahapan pertumbuhan. Sekarang saya baru sadar tentang pentingnya menulis. Baru sebentar saja saya belikan alat tulis yang lucu dengan buku serbaguna (boleh digambar, boleh ditulis, boleh digunting), sekarang si besar dan tengah mulai sering menulis. Bahkan si besar menenteng buku dan pensilnya kemanapun pergi dan menuliskan kata-kata yang dia lihat. Terasa signifikan kemampuannya memaknai kata sekarang.

Saya jadi berfikir, kalau efek membaca diimbangi dengan menulis pada anak sekecil itu saja bisa begitu besar, apalagi bagi orang dewasa. Jadi marilah kita lebih sering menulis. Ketika menulis, otak kita ‘olahraga’, kitapun jadi lebih mengerti apa yang kita fikirkan sebelumnya. Kata dosen saya dulu, saat menulis jangan langsung diedit dan rendah diri bahwa tulisan itu tidak perlu atau tidak bagus. Yang penting keluarkan dulu apa yang terfikir. Menulis jurnal harian saja (untuk konsumsi pribadi) juga sudah cukup sebagai langkah awal.

Yuk sering-sering menulis!

oleh finaisme

Ibuku dan Petuah Sederhananya

0 comments

Ibu saya suka sekali mendongeng. Kalau anak-anak lain didongengi Kancil Nyolong Timun, beda dengan saya. Ibu selalu mendongengi saya tentang kehidupan. Dengan sabar dia mengulang-ulang dongeng kehidupan laksana air yang melubangi  batu, setetes demi setetes akhirnya si batu pun perlahan berlubang.

Ibu saya hanyalah wanita sederhana, hampir buta huruf karena sekolah SD hanya sampai kelas 5. Beliau lahir di pertengahan tahun ‘60an dimana penghidupan sangat sulit karena banyak kejadian penting terjadi di Indonesia pada tahun-tahun tersebut, tapi itu tidak membuatnya jadi orang yang kolot. Bahkan saya tidak habis pikir darimana dia mendapat ide  mendidik kami anak-anaknya dengan cara yang tidak konvensional.

Saya sebut tidak konvensional karena sejak kami kecil, Ibu selalu menerapkan sistem  demokrasi. Dia juga dapat menempatkan diri sesuai situasi, kadang berjalan di depan kami (jadi tauladan dan pemimpin bagi anak-anaknya), kadang berjalan beriringan dengan kami (jadi sahabat dan tempat curhat) dan juga berjalan di belakang kami (jadi pemandu sorak, pemasok semangat dan dukungan untuk anak-anaknya).

Banyak sekali ajarannya yang masih saya ingat. Dari yang klise sampai ke hal sederhana yang kadang kita lewatkan. Saya tidak tahu secara persis bagaimana dia terpikir dengan hal-hal itu. Mungkin karena hidupnya yang keras? Entahlah.

Nasehat yang paling membekas di ingatan saya adalah ketika Ibu berkata, “Nduk, nanti kalau sudah dewasa jadilah orang yang ngerti. Di dunia banyak sekali orang pintar tapi belum tentu mereka ngerti karena untuk jadi pintar lebih mudah daripada belajar ngerti. Dengan ngerti, kamu dituntut melepas egomu dan lebih memahami orang lain, harus mau  mengalah. Lebih baik lagi kalau kamu bisa jadi orang pintar yang mengerti agar kamu tidak keblinger seperti orang-orang pinter yang suka memintari orang lain.”

Kejujuran juga hal yang harus dipegang teguh menurutnya karena dengan modal jujur, kemana pun kita pergi, di mana pun kita menetap, kita akan selalu dilimpahi keberuntungan dan kemudahan. Hal yang terlihat sepele tapi punya makna dalam dan susah penerapannya. Berapa banyak dari kita yang bisa murni jujur? Jadi orang jujur itu tidak mudah memang tapi bukan tidak mungkin, kan?

Satu hal lagi yang membuat saya bangga padanya, bukan hanya karena dia telah melahirkan dan membesarkan saya  yang menjadikannya wanita teristimewa. Dia seorang pekerja keras yang tak mengenal lelah.  Dia suka membantu orang dan selalu menerapkan motto sepi ing pamrih, rame ing gawe. Satu-satunya pamrih mungkin ketika dia berharap suatu saat jika dia kesusahan, ada yang mau menolongnya seperti dia menolong orang lain. Selflessness :)

Dia juga yang menginspirasi saya untuk tidak berhenti belajar, karena suatu saat nanti saya ingin menjadi wanita yang kuat dan hebat seperti dia. Entah apa saya akan sanggup tapi saya akan berusaha semampu saya. Sisi optimis saya berkata, “Kalau orang lain sanggup, kenapa aku tidak?”.

Tak kan pernah cukup kata-kata untuk mengungkap terimakasihku , Ibu. Selamat Hari Ibu kepadamu , Ibu. Selamat Hari Ibu juga bagi ibu-ibu di Kompasiana. Salutku untuk kalian para wanita cerdas nan perkasa.

Every day is Mother’s Day.

Sudahkan Berfikir Kritis, Kreatif, dan Problem Solving?

1 comments

Anak adalah masa depan kita. Benar tidak ???

Perkembangan anak dipengaruhi oleh pola asuh kita saat ini, tentunya dipengaruhi juga oleh lingkungan belajar anak di sekolah. Pembelajaran adalah hal utama dalam pendidikan. Proses belajar akan mencapai hasil yang optimal apabila terjadi interaksi antara pendidik dan peserta didik. Proses pendidikan masa lalu seperti menuang air di dalam botol sudah banyak di tinggalkan. Dan saat ini perlu adanya inovasi pembelajaran yang mendorong kemampuan berfikir mereka diantaranya berfikir kritis, kreatif dan problem solving.

Berpikir kritis merupakan kemampuan dan kesediaan untuk membuat penilaian terhadap berbagai pernyataan dan mengambilkan keputusan, yang didasarkan pada alasan dan fakta yang memiliki dukungan yang baik, bukan berdasarkan emosi atau anekdot. Berfikir kritis dapat muncul pada anak yang memiliki keingin tahuan yang tinggi.

Lalu seperti apakah anak kritis ini ???????

Ciri-ciri anak kritis ini adalah memiliki kemampuan dalam berkomunikasi, Percaya Diri (PD) yang tinggi, dan yang terakhir memiliki kemampuan bahasa dan rasa yang baik. Sebuah cara yang mendorong anak berfikir kritis adalah dengan menghadapkan mereka pada topik-topik kontroversional. Dengan debat, dapat memitivasi siswa untuk meneliti topik secara mendalam dan menguji masalah-masalah, dan apabila guru tidak menyatakan pandangan mereka, maka siswa akan bebas untuk mengeksplorasikan perspektif-perspektif mereka yang beragam. Tahapan berfikir kritis yatitu :
  1. Keterampilan menganalisis, 
  2. Keterampilan mensintesis, 
  3. Keterampilan mengenal dan memecahkan masalah, 
  4. Keterampilan menyimpulkan, dan 
  5. Keterampilan mengevaluasi atau menilai.
Setelah berfikir kritis, selanjutnya adalah kreatif. Kreatif dapat diartikan dengan kemampuan menghasilkan suatu pekerjaan atau hasil karya yang baru dan bermanfaat. Novelty (sesuatu yang baru) adalah komponen utama dalam kreativitas. Novelty merupakan keaslian dan ide yang benar-benar baru serta merupakan penggabungan dari dua hal ataupun dua pemikiran atau lebih. Menurut tokoh yaitu Munadar, sifat utama yang menjadikan anak kreatif adalah Kepekaan terhadap masalah, aliran gagasan (memunculkan gagasan baru dan terlatih), keaslian (anak lebih menantang sesuatu yang asli secara sistematis), dan terakhir adalah fleksibilitas.

Hal terpenting bagi guru dalam mendidik siswa yang kreatif adalah dengan menerima ide-ide siswa dan membantu siswa untuk membangun ide-ide yang lebih cemerlang. Pembelajaran yang baik pun juga mencakup dari belajar mengajar yang kreatif pula, dan memerlukan kualitas seperti sebuah pengetahuan, kemampuan untuk membaca situasi, sanggup mengambil resiko, dan kemampuan untuk memonitor dan mengavaluasi peristiwa-peristiwa.

Lalu, bagaimana dengan problem solving ??????

Dan tujuan akhir dari pembelajaran yaitu menghasilkan siswa yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam memecahkan masalah yang dihadapi kelak di masyarakat.Tingkat belajar Problem solving merupakan tingkat belajar tertinggi sehingga dapat berlangsung jika proses belajar fundamental lainnya telah dikuasai.

Belajar pemecahan massalah mengacu pada proses mental individu dalam menghadapi suatu masalah untuk selanjutnya menemukan cara mengatasi masalah itu melalui proses berpikir yang sistematis dan cermat. Agar siswa dapat berhasil dalam memecahkan masalah, maka mereka harus memiliki : kemampuan mengingat konsep, informasi yang terorganisasi, dan kemampuan strategi kognitif.

Guru sebaiknya mengajukan permasalah yang menarik bagi siswa, memberi petunjuk yang jelas, memberi kebebasan untuk siswa untuk berlatih merumuskan dan mencari alternatif dari masalah tersebut, dan memberi kesempatan untuk mencoba mengalami sendiri dan pembuktiannya sendiri. Dengan ini, guru dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar pemecahan masalah.

Hmmmmmm….. Bagaimana dengan anda dan siswa-siswi di sekitar anda ??? sudahkah berfikir secara kritis, kreatif, dan problem solving ???

Nasihat Seekor Katak

0 comments

Suatu hari, terpampang sebuah pengumuman. Kerajaan katak mengadakan sayembara. Sebuah mutiara diletakkan di puncak sebuah menara. Semua rakyat katak boleh mengikuti sayembara itu dan memenangkan hadiahnya. Atas undangan ini, berduyun-duyunlah segala jenis katak untuk mendaftarkan diri dan mengikuti sayembara. Tak urung ratusan katak mengikuti sayembara dimaksud.

Setelah peluit dibunyikan, semua katak berlomba untuk memanjat menara. Karena jalanan sempit, banyak katak saling berdesakan dan terjepit. Tidak sedikit pula katak terjatuh. Bahkan, ada pula katak meninggal dunia karena kalah kuat bersaing, berdesakan, dan saling mendorong dengan katak yang lebih kuat. Tentu saja jumlah katak pun berkurang. Kini, tinggal katak yang agak kuat dan besar terus bersaing untuk mendapatkan mutiara di puncak menara.

Di tengah perjalanan menuju puncak menara, banyak katak tak kuat dan akhirnya terjatuh. Mereka tak kuat menahan terpaan angin. Tidak sedikit katak kelelahan dan kehabisan tenaga. Lalu, katak-katak itu berteriak-teriak, “Aduh, saya menyerah saja. Tak ada gunanya kita bersaing ini. Ayo, kita turun saja!”

Teriakan katak-katak itu menyurutkan semangat katak-katak lainnya. Lalu, katak-katak itu mengiyakan kebenaran teriakan teman-temannya. “Untuk apa kita memerebutkan mutiara di atas menara. Bikin capek saja. Toh mutiara tidak enak dimakan!” Maka, berbalik arahlah katak-katak itu. Mereka pun mulai menuruni menara itu. Mereka menyerah!

Namun, seekor katak terlihat terus menaiki menara itu. Seekor katak kecil itu tidak menghiraukan teriakan teman-temannya. Katak kecil itu terlihat sempoyongan karena diterpa angin yang semakin kencang meniupnya. Katak itu terus bertahan untuk menaiki menara untuk mendapatkan mutiara. Setelah bekerja keras menahan gempuran angin, katak kecil itu pun berhasil mendapatkan mutiara. Sorak-sorai dan tepuk tangan pun membahana memecah angkasa. Mereka riuh-rendah memuji ketangguhan sang katak kecil yang berhasil mendapatkan mutiara. Setelah dikira cukup di puncak, katak itu pun turun dengan membawa mutiara yang baru saja didapatkannya.

Setelah tiba di daratan, banyak wartawan mengerubungi katak juara itu. Lalu, katak kecil itu pun diserbu pertanyaan-pertanyaan dari sang wartawan. “Apa konsep Anda sehingga dapat meraih juara?” teriak wartawan yang berdesakan itu.

Namun, katak kecil itu tidak menjawab pertanyan para wartawan itu. Katak kecil itu hanya tersenyum ramah. Katak kecil itu terus menebar senyum ramah kepada semua hadirin dan wartawan. Tiba-tiba, seorang katak lain menyahut, “Maaf, telinga katak saudaraku itu ditutupi kapas sehingga ia TULI dan tidak mendengar pertanyaan Saudara-saudara. Saya lepas dulu kapasnya” Setelah kapas itu dilepas, barulah katak kecil itu dapat mendengar pertanyaan dan menjawabnya dengan ramah.
 
Saudaraku, banyak orang tidak menginginkan kita sukses. Banyak orang menginginkan kita agar gagal meraih masa depan. Banyak orang berusaha menipu kita. Banyak orang berusaha menggembosi semangat kita menuju sukses. Mereka menginginkan kita agar menjadi manusia seperti mereka, yakni manusia gagal. Lalu, apakah kita akan menuruti omongan-omongan dan ajakan-ajakan mereka?

Jangan bersikap demikian, Saudaraku. Meskipun banyak teman itu penting, sedikit teman dengan kualitas baik tentu menjadi pilihan terbaik. Oleh karena itu, kadang kita memang perlu bersikap tuli agar semangat kita tidak mengendor. Tak perlu semua suara didengar karena itu justru dapat berakibat buruk bagi semangat kita.

Berdiam untuk Menang

0 comments

Setiap orang mempunyai hal - hal yang positif dan negatif, begitupun juga dengan kehidupan ini ada negatif dan positif, ada hitam dan putih, ada gelap ada terang, ada sebab dan akibat, semua itu tidak bisa di hindari karena sudah ada dari dulu sampai sekarang.

Seberapapun buruknya kehidupan ini pasti ada titik terangnya tinggal kita sabar menghadapinya dan tawakal atas ujian dan cobaan tersebut. Dilihat dari kedua sisi tersebut apakah negara dan para orang yang berkepentingan sudah berpikir sampai sana..??? yang pasti jaman era sekarang ini semuanya serba terbalik hanya segelintir orang yang sadar akan negara ini tetapi mereka tidak bisa bertindak karena tidak mempunyai power yang kuat unutk melawannya.

Ketika diperhatikan ternyata keterbalikan sudah mendarah daging dari atas sampai kalangan bawah, kita tidak bisa dipungkiri hal - hal semacam ini terjadi di sekitar kita..orang orang yang lemah dan tidak mempunyai power yang kuat tertindas oleh yang kuat, mereka hanya mengurut dada dan bersabar,, ada kata bijak yang sekarang ini berguna sekali “BERDIAM UNTUK MENANG DARI PADA BICARA LANTANG TAPI SALAH”. Dari kata-kata tersebut sudah jelas yang lemah hanya bisa berdiam dan yang kuat terus berbicara lantang merasa paling benar, akan tetapi sampai kapan ini berakhir.

Hanya doa yang di panjatkan kepada-NYA bagi orang yang lemah supaya hal ini berakhir dan keadilan segera terungkap, maka dari itu bencana yang terjadi di negara ini jangan menyalahkan alam di sekitar kita tapi coba berintropreksi diri bagi yang merasa kuat, bencana tersebut merupakan teguran bagi mereka supaya berpikir bahwa Allah murka terhadap yang demikian. Coba cari di Kitab Suci ” DOA YANG DIKABULKAN OLEH ALLAH” yang salah satunya “DOA ORANG YANG TERANIYAYA”.

Saya berharap kepada orang yang teraniyaya mudah - mudahan mendoakan negeri ini yang baik - baik saja jangan mendoakan supaya orang yang menganiyaya mereka supaya..????? AMIN…….

Dari hal diatas sudah jelas dalam kehidupan ini terdapat pasangan - pasangan yang jelas dan nyata bahwa dalam kehidupan seseorang atau semuanya tidak akan terhindar dari hal - hal tersebut tetapi bagaimana kita menjalankan dan menerimanya, biarkan lah alurnya berjalan seperti apa yang diharapkan dan di cita - citakan asal jangan salah kaprah dan persepsi terhadap alur tersebut, hanya dengan AGAMA kita bisa menjalankan alur tersebut dengan baik dan benar.

Siapakah Aku?

0 comments

Setelah sekian lama terlahir di dunia aku terusik sebuah pertanyaan sederhana Siapakah AKU? Mungkin selama ini aku hanya tahu banyak sekali tentang orang lain Dari A sampai Z seseorang dengan segala kelebihan dan kekurangan bahkan aku akan berusaha mencari tahu sebanyak mungkin informasi tentang seseorang dengan bersusah payah. Bahkan aku dapat bercerita dengan lengkap tentang seseorang dengan segala bumbu tambahan bahkan dapat ku susun sebuah buku.

Tetapi ketika aku dihadapkan sebuah pertanyaan sederhana Siapakah AKU? Aku menjadi kelimpukan bahkan malu dengan jawabannya. Bahwa aku hanya mengetahui sebagian kecil diriku bahkan aku akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menutup diri siapakah AKU? ini sebenarnya. Kadang-kadang aku merasa asing dengan diriku sendiri ketika aku mencoba melihat kedalam AKU ini.Apakah AKU mengetahui dengan benar Aku ini, bahkan dengan suara hatiku sendiri.

Ketika AKU termenung aku menyadari bahwa diriku ini kecil sekali dibandingkan dengan yang lain. AKU mencoba berdialog dengan diriku untuk mencoba mengetahui Siapakah AKU? Sejatinya diriku ini Siapa? Apakah mata hatiku sudah mulai terbuka untuk menghargai dan mencintai diri. Agar dapat melihat semua kebaikan dan keindahan dan anugerahNya  bahwa Ia begitu mencintai dan menyayangiku. Yang kadang tidak kurasakan. Kucoba hal ini dengan memulai dariku agar dapat melihat orang lain dan segala isi alam dengan hati yang dapat menciptakan sebuah simponi kedamaian dan keindahan dalam diri dan sesamaku.

HANACARAKA

0 comments

Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada ”utusan” yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia (sebagai ciptaan)

Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data ” saatnya (dipanggil) ” tidak boleh sawala ”mengelak” manusia (dengan segala atributnya) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan

Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup (Khalik) dengan yang diberi hidup (makhluk). Maksdunya padha ” sama ” atau sesuai, jumbuh, cocok ” tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu ” menang, unggul ” sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan ” sekedar menang ” atau menang tidak sportif.

Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.

Jadi pahlawan untuk diri sendiri

0 comments


Mungkin kita memang tak punya kekuatan untuk jadi juru damai disebuah perang besar. Tapi Percayalah , setiap individu memiliki kemampuan untuk memberi sumbangan sekecil apapun demi terciptanya sebuah kehidupan yang damai dan penuh arti.

Menyumbang untuk keluarga korban perang atau mengangkat anak asuh, misalnya sudah amat berarti bagi mereka. Termasuk memberi makna tersendiri dalam hidup kita . Setidaknya bisa berbagi rasa sayang, cinta, sekaligus memberi arti bagi diri sendiri. Ada banyak cara kok, untuk menjadi “pahlawan” tanpa harus ikut kemedan perang namun tetap bermakna bagi lingkungan sekitar.

Percaya atau tidak , Anda punya kemampuan untuk menciptakan perubahan positif bagi diri sendiri dan sekitar. Nah, Mengapa Anda tidak melakukan :

1. “Memerangi” sesuatu.
Misalnya , jadi relawan  diorganisasi AIDS , gerakan anti NARKOBA, dan lainnya. Mungkin  apa yang kita perbuat disitu amat kecil, tapi jika ada banyaak orang yang berbuat sama , yang kecil tadi akan menjadi besar bukan?….betapa indahnya bila dunia tempat kita berteduh ini tak ada perang, tak ada yang kelaparan, tidak ada yang menderita…. Wahai sahabat, berbuatlah sesuatu untuk kebaikan…walau hanya sekecil butiran pasir, yakinlah esok akan bertunas dan menjelma menjadi pohon kehidupan !.

2. “Besuara”.
Jika suatu saat Anda mendengar ada orang yang berkomentar miring atau tak enak tentang sesuatu dan Anda tahu hal itu salah , jangan cuma diam. Bicaralah. Minimal , luruskan kesalahan itu, dengan demikian Anda sudah membantu agar dunia semakin nyaman.

3. Kekuatan mendidik
Anda punya kekuatan untuk “mendidik” orang lain dan menyentuh hatinya. Selain baik untuknya, hal ini juga akan memperkaya bathin sendiri. untuk itu Anda bisa:

Mencari dan mengkontak kembali teman-teman lama masa kecil. Jalinan hubungan yang telah lama terputus pun akan tersambung kembali dan siapa tahu , si teman memang sedang sangat memerlukan kehadiran kita.

Jika Anda tak pandai berkomunikasi dengan kata-kata/lisan, bisa lewat lagu, puisi, (seperti web master kamu ini ;)….keren kan heh he he)….atau apa saja deh , yang penting orang bisa menangkap dan menerima sinyal pertemanan yang Anda kirimkan.

4. Jadi Pelatih
Anda juga punyta kemampuan untuk menjadi contoh/model yang baik bagi orang lain. Anda bisa berbagi kemampuan atau pengalaman yang mungkin berguna atau menjadi inspirasi bagi orang lain .

Nah mengapa tidak:

Menularkan keahlian Anda pada lingkungan sekitar. Jika Anda pandai membuat lagu, kue , lukisan atau kerajinan tangan , mengapa tidak menularkannya pada lingkungan… pasti akan lebih positif dan bermanfaat bagi khalayak.

Jika banyak waktu luang , coba berikan sedikit pada mereka yang memerlukan. Misalnya jadi relawan dipanti asuhan, membaca cerita untuk orang jompo atau anak-anak tunanetra. Mereka terhibur , Anda pun merasa puas karena sudah bisa memberikan sesuatu.

Kumpulkan remaja disekitar  lingkungan. Ajak mereka diskusi tentang berbagai hal semisal masalah bahayanya narkoba, tawuran pelajar , dan beri solusi untuk kegiatan yang jauh lebih bermanfaat. Tidak sedikit kan, remaja yang salah gaul gara-gara tak bisa menjalin komunikasi yang enak dan terbuka dengan orang tuanya?!….Nah, kalau Anda memang kemampuan itu , mengapa tidak dimanfaatkan?

Memang , untuk melakukan hal itu, kendala kerap ada . Tapi jangan buru-buru putus asa. Seperti kata pepatah , ada banyak jalan menuju Roma…. tapi nggak semua orang pengen pergi kesana…. jadi carilah nilai-nilai kebaikan, kasih sayang,  persahabatan, dan cinta kasih….

Mengapa Tidak Mau Mengalah Bila Memang Baik

0 comments

Satu watak manusia yang sangat susah dikendalikan adalah sifat tidak mau mengalah ibarat kata walau langit runtuh dan bumi tergoncang pokoknya pendapat ku tidak bisa kau ubah. Sifat ini sering menimbulkan masalah seperti salah pengertian, komunikasi yang mandek alias tidak berjalan smooth dan bisa juga membuat rumah tangga gonjang ganjing atau suasana perang dingin sehingga iklim dalam rumah sangat sensitive tersingung satu sama lain.

Mereka yang berpendapat sangat keras biasanya susah mendengar pendapat orang karena dalam maind set atau pikirannya dialah yang maha benar sedang orang lain dianggap tidak benar dan tidak mengerti sehingga bila dia sudah menyatakan pendapat istilah yang dipakai “pokoknya ini sudah tidak bisa ditawar” jadi dia menetapkan harga mati sehingga tidak dapat ditawar lagi denga kata seperti coba dipikir betul baik dan buruknya, atau cobalah dipikir masak masak atau mungkin kita dapat mempertimbangkan dengan cara lain yang mungkin resikonya lebih sedikit dan seterusnya. Namun apapun alternaif yang ditawarkan padanya tidak mempan menerobos pendiriannya yang penuh percaya diri tapi kadang berlebihan.

Biasanya mereka yang tidak mau mengalah adalah mereka sukar mendengar orang lain bicara sehingga tidak paham yang dimaksud dan cepat menyimpulkan isi pembicaraan pada hal belum tentu benar maksud yang ingin disampaikan lawan bicara. Mereka juga sering tidak memberikan kesempatan lawan bicar bicara menjelaskan apa yang ingin diutarakannya dan pada akhirnya dia tidak pernah menghargai pendapat orang lain dan orang lain dia paksa itu menerima pendapatnya sendiri, kasihan betul. Kejadian seperti ini bisa dilakukan oleh seseorang mungkin dalam rumah tangga atau dilingkungan kerja bisa juga dilingkungan tempat tinggal.

Kalau disimak betul ada korelasi yang kuat antara banyak bicara dengan sifat rendah hati artinya mereka yang rendah hati pasti mampu dan bisa mendengar orang lain bahkan menghargai pendapat orang lain. Salah satu ciri kerendahan hati adalah mau mendengar pendapat, saran dan menerima kritik dari orang lain. Sering dikatakan bahwa Tuhan memberi kita dua buah telinga dan satu mulut, yang dimaksudkan agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kadang-kadang hanya dengan mendengarkan saja, kita dapat menguatkan orang lain yang sedang dilanda kesedihan atau kesulitan. Harus diakui, kegiatan mendengar bukanlah suatu pilihan yang kita ambil dengan perasaan suka cita.

Jadi dalam hidup ini kita harus bijak dalam menjaga keharmonisan hubungan antar sesama diantaranya bila memang diperlukan kita harus mengalah lakukanlah untuk mencapai keadaan yang lebih baik, hal ini sesuai dengan perintah Tuhan bahwa kita harus sabar artinya dalam mengalah ada unsur sabar yang harus dimiliki dan bila kita bisa bersabar percayalah Tuhan akan bersama mu dan pasti menolong mu. Mengalah bukanlah berarti merendahkan diri kita atau mengalah bukanlah bertujuan menghina diri seseorang tetapi mengalah adalah mengalahkan ego kita agar selaras dengan kemauan Tuhan karena Tuhan juga berkata apa yang engkau anggap baik belum tentu baik dihadapan Allah dan apa yang engkau anggap tidak baik boleh jadi itu adalah hal terbaik dihapadapan Allah “

Percaya dan Sukses

0 comments

Apa makna keyakinan sehingga dikatakan bahwa keyakinan membuat segalanya menjadi mungkin?. Keyakinan tidak lebih dan tidak kurang kata Ralph Waldo Trine hanyalah operasi tenaga pemikiran dalam bentuk hasrat yang sungguh-sungguh, ditambah dengan harapan terhadap pemenuhannya.

Keyakinan seperti yang biasa dilihat, lebih daripada sekedar kepercayaan. Keyakinan mengantisipasi pemenuhannya. Perbedaan utama antara penjual tanggung dengan penjual kelas kakap terletak pada derajat keyakinan terhadap diri sendiri dan keyakinan pada hasil yang dicapai merupakan syarat bagi semua peningkatan berharga.
Kita akan berada pada jalan kehidupan yang benar kalau kita lebih dahulu yakin, percaya kepada yang Agung. Kita perlu menyadari bahwa diri kita adalah bagian dari paket penting dan rencana besar-Nya.

Dia yang telah menciptakan bertrilyun bintang yang beredar secara teratur di dunia ini, telah melengkapi diri kita dengan perlengkapan untuk sukses. Kita bisa saja menerima hal ini sebagai fakta dan berdiri tegap di dunia ini, seperti halnya kita juga bisa mabuk dalam teori kesempatan dan menjalani hari-hari kita seperti binatang.

Ketika kita sampai pada realisasi keberadaan kita, kita juga telah sampai pada pengenalan nilai-nilai untuk peningkatan diri kita. Kita mengembangkan keyakinan pada pencapaian ambisi kita. Hal ini merupakan pembuka katup tenaga yang mengantarkan kita pada suatu peningkatan individual yang dahsyat. Hal ini merupakan sumber tenaga yang tidak pernah gagal. Percaya dan sukses. Milikilah dan anda tak akan gagal.