Bukan Omong Kosong Tentang Cita-cita dan Keberanian

Bila ada cita-cita maka siapapun akan menjadi luar biasa. Bila ada keberanian pasti ada kemukjizatan. Demikian Sang Guru berkata.

MEMILIKI CITA-CITA AKAN MENJADI LUAR BIASA

Para orang tua atau guru sering bertanya tentang cita-cita kepada anak-anaknya. Mengapa? Karena cita-cita akan menjadi tujuan hidup anak-anak kelak.

Begitu pentingnya sebuah cita-cita dalam kehidupan kita. Karena cita-cita merupakan kompas bagi kehidupan.

Bayangkan bagaimana jadinya bila seseorang berjalan tanpa tujuan? Setiap hari keluar rumah tanpa ada tujuannya ke mana ia melangkah.

Karena adanya cita-cita, maka seseorang akan menjadi luar biasa. Cita-cita adalah kekuatan yang menggerakkan.

Karena itulah tak salah bila Bung Karno, presiden pertama kita berkata,”Gantungkan cita-citamu setinggi langit.”

Kenapa setinggi langit? Karena tingginya langit seakan tanpa batas, sebab begitu tingginya. Demikianlah agar kita menggantungkan cita-cita.

Dengan adanya cita-cita, membuat kita fokus untuk menggapainya. Ada tujuan dan gairah untuk mewujudkan. Akhirnya terjadi pencapaian yang luar biasa.

Idealnya kita memiliki cita-cita bukan hanya untuk urusan keduniawian saja. Misalnya bercita-cita jadi dokter atau penyanyi terkenal.

Lalu untuk mencapainya kita memfokuskan seluruh perhatian dan energi. Untuk urusan kerohanian tidak kebagian lagi. Selama ini kita terlena dalam cita-cita keduniawian saja.

Cita-cita dalam urusan kerohanian sebenarnya jauh lebih penting lagi untuk dibentangkan.

Untuk cita-cita dalam hal kerohanian, coba kita definisikan sendiri. Karena masing-masing pasti memiliki pandangannya.

Kita memang semestinya lebih menekankan dalam hal kerohanian. Karena itu bukan hanya menyangkut kehidupan kita saat ini saja.

KEBERANIAN AKAN MENCIPTAKAN KEMUKJIZATAN

Keberanian. Setiap orang harus mempunyai keberanian dalam hidup ini.

Tanpa keberanian kita akan kalah dan tenggelam dalam arus kehidupan.

Apabila kita menginginkan banyak kemukjizatan terjadi dalam hidup ini. Bukan hanya dengan berdoa lalu akan datang dari langit.

Tetapi dengan keberanian, maka akan mengharukan Tuhan menurunkan kemukjizatan-Nya.

Banyak hal yang secara logika tidak mungkin terjadi. Tetapi karena keberanian, maka terjadi kemukjizatan.
Seorang teman, divonis menderita penyakit kanker. Tidak akan panjang lagi umurnya.

Walau dengan tubuh yang lemah, ia bersembahyang dengan sepuluh ribu kali sujudan. Padahal dalam keadaan normal tiga ribu kali saja sudah sulit rasanya.

Apa yang terjadi? Ya kemukjizatan, ketika diperiksa dokter kembali. Penyakitnya sudah raib.

Kemukjizatan tidak selalu berhubungan dengan kemustahiilan. Semisal seseorang yang tidak berani berbicara di depan umum.

Oleh karena keberanian, tiba-tiba ia bisa lancar berbicara di hadapan banyak orang. Lancar lagi. Bukankah itu kemukjizatan juga?

Bagi saya, bisa menulis sampai ribuan di Kompasiana adalah sebuah kemukjizatan. Tak terpikirkan. Modal awalnya ya karena berani menghindari dari rasa ketidak-percayaan diri. Siapalah saya. Dalam hal ini berani malu juga. Tapi malu yang positif tentunya.

Katedrarajawen

0 comments: (+add yours?)

Post a Comment